Jumat, 15 Januari 2021

Menjadi guru yang dirindukan


Apersepsi dari guru saat  memulai pembelajaran di kelas amat penting untuk mengantarkan siswa memahami materi pokok pelajaran hari itu. Apersepsi akan menuntun siswa fokus dan menarik ke topik materi sehingga siswa mampu membangun pemahamannya yang pada akhirnya tujuan pembelajaran akan tercapai.

    Materi kedua pelatihan Public Speaking for Teacher yang disampaikan oleh Munif Chatib sangat menarik dan banyak ilmu yang bisa kita terapkan dalam pembelajaran di kelas. Beliau menyampaikan topik "Bagaimana menjasi guru yang dirindukan". Tentu saja guru yang pandai membawa diri di kelas, inspiratif, mampu mendesain skenario pembelajaran yang menarik dan menyenangkan sesuai karakter siswa, sehingga kehadirannya dinantikan oleh siswanya.

    Apersepsi adalah bagian awal dari kegiatan pembelajaran yang menjadi media untuk menyiapkan siswa sebelum menerima materi pembelajaran. Apersepsi bisa mengaitkan apa yang telah diketahui sebelumnya dengan apa yang akan dipelajari. Ada 4 jenis apersepsi yang bisa dilakukan yaitu :

  • alpha zone, dapat diisi dengan fun story, music, ice breaking, brain game. Kegiatan ini harus ada dalam setiap pembelajaran, bisa dilakukan di awal atau di tengah pembelajaran agar siswa fresh, tidak jenuh atau mengantuk. Karena secara teori konsentrasi siswa pada umumnya maksimal 15 - 20 menit. 
  • warmer, berkaitan dengan pengulangan materi yang sudah disampaikan sebelumnya, bisa berupa kuis atau game. 
  • pre teach, berkaitan dengan informasi pendahuluan dalam pembelajaran, misalnya berisi tentang kontrak belajar antara guru dan siswa, SOP atau trik-trik khusus yang disepakati bersama agar pembelajaran bermakna. 
  • scene setting adalah pemberian pengalaman awal kepada siswa sebelum masuk ke materi. Kegiatan ini bertujuan untuk memotivasi dan memberi semangat pada siswa. Semakin bagus scene settingnya, semakin tinggi motivasi siswanya. 
Ada beberapa hal yang dapat dijadikan sumber untuk memberikan scene setting  :  
  • keselamatan hidup, yang dapat diamati siswa secara langsung, misal musibah, bencana, kecelakaan, yang bisa dikaitkan dengan materi
  • manfaat/benefit, dapat dijadikan sumber scene setting agar pembelajaran bermakna, misal mematikan lampu untuk hemat energi, menanam pohon untuk pelestarian alam dan seterusnya. Bisa juga dengan ceita inspiratif atau video motivasi yang selaras dengan materi.
  • informasi (berita) . Informasi atau berita dari koran, majalah, TV, ataaau online yang terpecaya dapat dijadikan ide dalam memberi scene setting. Berita  terkini dan hangat  akan menarik siswa bisa dikaitkan dengan materi. 
  • cerita imajinatif atau cerita khayalan dapat dijadikan ide atau sumber scene setting. Tentu saja cerita yang memiliki karakter yang mendidik. Ini bisa dilakukan anak usia prasekolah atau SD.
Dalam melakukan apersepsi guru bisa memilih kegiatan yang disesuaikan dengan materi saat itu, misalnya :
  • bercerita tentang kisah inspiratif
  • simulasi demo dan melibatkan siswa
  • memutar video atau film, siswa mengapresiasi atau berdiskusi.
Menjadi guru yang dirindukan siswa tentu akan memberikan rasa bangga dan percaya diri dalam diri seseorang dan menjadi semangat kita dalam mengajar karena  siswa-siswa kita antusias dan menantikan kita di setiap pertemuan pembelajaran. Hakikatnya peran guru bagi siswa ada 3 yaitu sebagai guru, sebagai orang tua dan sebagai sahabat.
    Sebagai guru tentu saja fungsinya mendidik dan mentransfer ilmu pada siswanya. Sebagai orang tua, guru tidak hanya mengajar tetapi juga mendidik, mengayomi, memberi rasa nyaman, membangun keakraban, dan rasa saling percaya. Sebagai sahabat, guru harus menempatkan diri sebagai seorang sahabat, teman untuk curhat, dengan tidak mengabaikan etika sebagai orang tua yang harus dihormati. Dengan kedekatan antara guru dan siswa akan mudah memahami karakter siswa dan gaya belajar siswa sehingga akan membantu dalam penyampaian materi.
    Nah, teman-teman guru sudahkah kita  menyampaikan apersepsi di setiap awal pembelajaran?Sudahkah kita menempatkan diri sebagai orang tua dan sahabat bagi siswa-siswa kita?  Tentu kita ingin menjadi guru yang dirindukan siswa kita bukan? Semoga kita bisa melakukan ini dan menjadi guru yang dirindukan.  











 







Selasa, 12 Januari 2021

Public Speaking for Teacher

 

Public Speaking for Teacher

       Seorang guru selain harus memiliki 4 kompetensi yaitu kompetensi kepibadian, sosial, profesional dan pedagogik, dia harus mempunyai kompetensi berbicara di depan umum (di depan kelas). Karena seorang guru dituntut untuk bisa mentransfer ilmu kepada siswanya, sehingga ketrampilan berbicara ini penting agar apa yang disampaikan tidak mengubah makna, tidak mengubah persepsi, mudah dipahami siswa dan materi yang disampaikan tentu sesuai dengan tujuan pembelajaran itu sendiri. 

     Ketrampilan berbicara sebagai public speaking  akan sangat berbeda bila seorang guru dalam kesehariannya  dalam mengajar hanya memberi catatan saja, tugas atau soal yang harus dikerjakan siswa, meminta siswa untuk eksplor atau browsing internet, atau membiarkan siswa untuk berkolaborasi sendiri dengan temannya tanpa diberi pengarahan, dengan seorang guru yang pandai membawakan materi, mengelola kelas, sehingga kelas lebih hidup dan menarik (interesting). Tentu saja  pembelajaran tetap mengimplisitkan ketrampilan 4 C (communication, collaboration, creativity dan critical thinking). 

    Agar seorang guru menguasai dan menyadari bahwa dirinya harus meningkatkan kompetensinya dalam public speaking, ada beberapa tips yang bisa dilakukan yaitu :

1. aktif dalam organisasi, dengan berorganisasi akan berinteraksi dengan banyak orang yang tentu saja akan melatih seseorang untuk berkomunikasi dan belajar melihat atau mengadopsi gaya bicara orang lain. 

2. mengambil kesempatan untuk tampil menjadi MC misalnya, atau moderator, pembawa acara diskusi, pembina upacara, mulai dari tingkat rendah (sekolah). Dan bila kesempatan ini datang, jangan takut dan anggap ini kesempatan untuk menggali potensi  serta ajang untuk melatih keberanian, sehingga bila sudah 2-3 kali kita lakukan akan terbiasa dan tidak ragu atau grogi lagi.

3. ikut training/pelatihan public speaking sehingga kita tahu trik-trik atau ilmu public speaking

4. banyak membaca buku. dengan membaca akan menambah pengetahuan dan wawasan kita, sehingga kita tidak akan kehabisan kata atau mudah merangkai kata dan kita update dengan info-info baru atau topik yang lagi hangat.

5. berlatih di depan cermin. dengan berlatih di depan cermin kita bisa mengoreksi diri, mempersiapkan penampilan agar lebih baik.

    Selain tips di atas, ada rahasia  yang harus dikuasai guru saat menjadi public speaker yaitu :

1. harus punya posisi/sikap yang tenang, tidak grogi, yang kita awali dengan berdoa lebih dahulu

2. pengaturan/intonasi suara, kapan harus cepat, lambat, dengan penekanan dan seterusnya untuk memperjelas apa yang kita sampaikan

3. menguasai materi apa yang kita sampaikan

4. gestur/bahasa tubuh akan mempengaruhi penampilan kita

5. melihat audiens, kepada siapa kita berbicara, tentu saja bila audiens kita anak-anak berbeda dengan audiensnya orang tua.

    Grogi tentu tidak bisa kita hilangkan begitu saja saat tampil di depan banyak orang, apalagi kita belum terbiasa atau masih sedikit pengalaman sebagai public speaker. Namun ada beberapa tips untuk mengurangi rasa grogi, diantaranya,

1. latihan diri

2. yakin pada apa yang kita bicarakan

3. datang dan pelajari situasi sebelum acara dimulai

4. membuat urutan/ catatan kecil

5. penampilan kita mempengarui psikologis pendengar

6. kenali ruang dan audiens

7. berdoa

    Di tengah-tengah acara yang kita bawakan, kita bisa menilai diri kita sendiri, apakah pendengar kita masih setia mengikuti kita, ataukah sebaliknya. Berikut ini tanda-tanda bahwa acara yang kita bawakan tidak menarik lagi dan mulai ditinggalkan yaitu bila audiens ;

a. banyak yang berbicara

b. banyak yang ngantuk

c. banyak yang main gadget

d. sibuk ngobrol

e. banyak yang ijin ke toilet.

Nah, bila sudah ada tanda-tanda di atas maka kita bisa berikan ice breaking untuk mengembalikan semangat dan perhatian ke kita. Demikian pula bila kita mengajar di kelas, kita bisa selingi dengan ice breaking agar pembelajaran kita menarik dan perlu kita memilih metode pembelajaran yang bervariasi dan menantang siswa untuk berkolaborasi.  Sehingga kelas tampak hidup dan siswa tidak bosan. Selamat mencoba dan mempraktekan teman-teman guru yang hebat !!







 


Sabtu, 26 September 2020

Deklarasi GPBLHS SMP 42

42! - Hebat!    42! - Jaya!     42! - Luar Biasa!42! - Jaya!

 Spada ..! hijau..!    Spada.! sehat !    Spada..!  berkarakter..!

Spada hijau! Spada sehat ! Spada berkarakter! Semarang semakin hebat !

Yel-yel ini terus menggema di sekolah kami menjelang detik-detik hari peringatan HUT SMP Negeri 42 Semarang. Ya. SMP Negeri 42 tercinta ini akan merayakan HUT kelima nanti pada hari Jumat 25 September 2020. meski sebenarnya hari lahirnya adalah tanggal 24 September. 

Berbagai persiapan telah kami lakukan untuk memperingat HUT Spada (SMP 42) yang kelima. Tema peringatan HUT Spada kali adalah "Peduli Lingkungan" dan bertepatan dengan Deklarasi Gerakan Peduli Budaya Lingkungan Hidup Sekolah (GPBLHS). 

Meski situasi dalam kondisi covid 19, tapi kami semua warga sekolah tetap merayakan momen spesial HUT Spirit Spada V dengan berbagai acara yang menarik, melibatkan orang tua, siswa  guru, dan masyarakat sekitar, tentu saja dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Program yang telah kami rencanakan bertujuan merevitalisasi lingkungan sekolah menuju Sekolah Adiwiyata. Program tersebut adalah

1. SUSU (Sak Uwong Sak Uwit) atau satu orang satu tanaman, artinya setiap warga sekolah berkewajiban menanam dan merawat satu tanaman di sekolah. Program SUSU tahun ini telah mencanang penanaman 1.250 tanaman dalam bentuk : tanaman toga, tanaman sayur hidroponik, dan tanaman hias. Jenis tanaman toga yang dianjurkan adalah tanaman toga yang dapat digunakan untuk bahan minuman penguat imun tubuh di massa covid seperti jahe merah, kunyit, kencur, sere, kelor dan lidah buaya, Tanaman sayur hdroponik yang digunakan adalah kangkung dan sawi. Tanaman sayur nonhidroponik diantaranya lombok, tomat, terong dan bawang.

2. BUHARTATIK (Budaya Hari Tanpa Plastik) artinya budayakan hari-hari di sekolah tanpa menggunakan plastik sekali pakai. Jadi segala bentuk kegiatan tidak menggunakn plastik sekali pakai, tuntuk mengurangi limbah plastik di sekolah. Wujud dari program ini adalah : semua warga sekolah membawa tempat minum/tumbler dan tempat makan sendiri dari rumah. Tempat makan dan minum boleh dari bahan plastik tapi tidak plastik sekali pakai.

3. SAMAN (Sak Kelas Sak Taman) atau satu kelas satu taman artinya tiap kelas wajib merawat taman yang ada di halaman sekolah. Seluruh taman yang ada di lingkungan sekolah  dibagi sesuai dengan jumlah kelas, dan tiap-tiap kelas wajib merawat dan menjaga keindahan taman tersebut. Sesekali dilombakan yaitu lomba kebersihan kelas dan keindahan taman.

Selain  3 program utama di atas masih ada program yang menuju terwujudnya sekolah sehat dan ini sudah dilaksanakan rutin sebagai budaya sekolah di SMP Negeri 42 yaitu pemilahan sampah dari sampah organik dan non organik, daur ulang sampah dengan menerapkan 3 R (Reuse, Reduce dan Recycle), Bank Sampah (menjual barang bekas/sisa yang bisa dijual) seperti kardus, kaleng, dan kertas  dan uang  dari penjualan tersebut dikumpulkan digunakan untuk membeli bibit tanaman, bibik ikan dan pupuk. 

Oh, iya di sekolah kami juga ada kolam lele dan nila lho. Itu adalah pemanfaatan air limbah sekolah dari air wudlu dari mushola sekolah. Walau program ini baru berjalan beberapa bulan yang lalu, dan sempat terhenti karena korona, tapi kami warga sekolah sudah merasakan hasil panen berkebun dan panen ikan lho ! Ini namanya aqua-minaponik, menanam sayur dan memelihara ikan dalam satu wadah. Ini adalah rancangan guru prakarya kami dan guru penggiat lingkungan di sekolah kami. Tujuannya selain mempraktekan teori pelajaran di sekolah kami,  juga mendidik wira usaha para siswa.

Acara Deklarasi Gerakan Peduli Budaya Lingkungan Hidup Sekolah dihadiri perwakilan orang tua/wali, siswa dan komite. Juga hadir tamu undangan yaitu Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Kepala Dinas LIngkungan Hidup, Bapak Camat dan Lurah, Kepala Sekolah SD, SMP sekitar. Setelah penandatanganan Naskah Deklarasi, bapak dan ibu pejabat melepas dan menerbangkan burung sebagai tanda komitmen sekolah melestarikan satwa dan sebagai tanda dimulainya deklarasi dalam kegiatan dan pembelajaran lingkungan yang terintegrasi dalam mata pelajaran dan kokrikuler sekolah.

Di akhir acara, Bapak Kepala Dinas Pendidikan dan Bapak Kepala Dinas Lingkungan Hidup bekenan menanam sebagai tanda dimulainya Gerakan Peduli Budaya Lingkungan Hidup Sekolah. Bersamaan dengan itu orang tua dan siswa yang mengikuti secara virtual dari rumah dan perwakilan siswa, perwakilan orang tua dan guru serentak menanam tanaman yang sudah dipersiapkan. Dengan demikian sebanyak 1.250 berhasil ditanam.

Sungguh ini kegiatan yang postif yang wajib terus dijaga secara kontinu dan berkelanjutan, tidak hanya momen-momen di awal saja., "hangat-hangat tahi ayam" tapi benar-benar menjadi budaya di setiap perilaku keseharian kita. Kalau tidak kita mulai dari sekarang, kapan lagi. Kalau tidak kita yang memulai, siapa lagi.

Spada hiaju ! Spada sehat ! Spada berkarakter ! Dirgahayu Spada kelima, teruslah mengukir prestasi..



 


Jumat, 04 September 2020

Cerita tentang sebotol air mineral



Sudah menjadi kebiasaan di sekolah kami bahwa di setiap pagi sebelum memulai aktivitas,  kepala sekolah selalu mengajak kami  untuk 'briefing'. Tepat pukul 07.00  wib ini briefing sudah dimulai. Beberapa guru ada yang terlambat dan ini tentu saja akan ditegur oleh kepala sekolah,  mengapa terlambat. 

Pembiasaan mengikuti briefing pagi memang sudah menjadi rutinitas yang wajib diikuti semua guru,  karena ini salah satu bentuk mendisiplinkan guru datang tepat waktu ke sekolah.  

Dalam briefing sebenarnya banyak memberi manfaat bagi guru dan tenaga pendidik di sekolah kami. Selain bentuk kedisiplinan,  kepala sekolah juga menyampaikan informasi tentang hal-hal apa yang saja yang berkaitan dengan kegiatan sekolah pada hari itu atau rencana kegiatan hari mendatang, info-info kedinasan, yang terkait dengan siswa atau terkadang diselipkan motivasi dan narasi keagamaan. Tentu saja dikemas dengan santun dan bersahaja sehingga tidak terkesan menggurui 'guru-guru' di sekolah kami. Inilah yang patut diacungi jempol bahwa kepala sekolah kami memang seorang yang bisa 'ngemong' orang lain, sosok pribadi seorang pemimpin yang tidak arogan tapi berwibawa,  sehingga kami warga sekolah merasa nyaman belajar dan bekerja di sekolah. 

Seperti briefing pagi ini, kepala sekolah menyampaikan nasihat dalam bentuk cerita berikut. Bapak ibu sekalian saya punya sedikit cerita tentang sebotol air mineral. Mari kita simak, apa yang dapat kita ambil pelajaran pagi ini dari cerita  saya. 

Sebotol mineral yang bervolume 600  ml bila kita beli di pedagang asongan atau kios kecil pinggir jalan harganya sekitar 2500 sampai 3000 rupiah. Bila sebotol air mineral tadi kita beli di warung makan atau resto mungkin harganya berkisar 5000 rupiah. Lain pula bila kita berada di bandara, air mineral dengan merk dan volume yang sama, harganya bisa mencapai 10.000 rupiah. Dan bisa jadi harganya 20.000 atau 25.000 rupiah bila kita membelinya di hotel berbintang lima.

Pesan apa yang hendak beliau sampaikan? Sebelum beliau meneruskan ceritanya,  kita diminta untuk merenung, kira-kira di balik cerita tersebut, apa yang bisa kita ambil hikmahnya? Mengapa air kemasan dalam botol harganya melambung tinggi ketika kita membelinya di hotel berbintang? Tentunya jawabnya karena tempatnya. 

Memang benar, tempat/lingkungan akan mempengaruhi harga sebotol air mineral. Demikian juga lingkungan akan mempengaruhi pola pikir seseorang dan akan  membentuk pribadi/karakternya. Jika kita bergaul dengan seorang penjual minyak wangi, dimana setiap hari kita mencium aroma wangi, maka tubuh kitapun akan tercium wangi. Sebaliknya kalau kita bergaul dengan seorang pandai besi, apa yang kita dapatkan? Tubuh kita terasa panas. Bila kita terus berada di dekatnya,  kita yang tidak biasa merasakan panas, akan merasa ikut terbakar. 

Memang benar kata para ulama, bahwa berkumpulah dengan orang yang sholeh (berilmu) maka kita akan mendapatkan ilmu, paling tidak "kecipratan" ilmunya. Artinya, pandai-pandailah kita dalam mencari teman. Bila kita bergaul harus bisa memilah mana yang bisa kita jadikan teman, mana yang harus kita jauhi. Tentunya berteman yang positif yang membawa kebaikan untuk kita. 


Senin, 17 Agustus 2020

Memilih Metode Pembelajaran Daring Yang Efektif Dan Menyenangkan

      Masa pandemi  ini berdampak yang luar biasa terhadap semua sektor,  tak terkecuali sektor pendidikan. Kebijakan social distancing dan physical distancing mengubah pendidikan yang semula tatap muka menjadi daring  sehingga KBM dilakukan secara PJJ atau belajar dari rumah (BDR). 

    Hal ini tentu menimbulkan persoalan baru dalam dunia pendidikan dimana guru dituntut untuk bisa memberi pelayanan pembelajaran secara maksimal,  dan siswa mengikuti BDR. Sementara orang tua harus memantau BDR ini dengan menyediakan segala fasilitas dan finansialnya. Sehingga antara guru, siswa dan orang tua harus bersinergi demi keberlangsungan BDR ini. Like and dislike guru harus mempersiapkan materi daring  dan harus meningkatkan kompetensinya agar tercipta pembelajaran daring yang efektif dan menyenangkan.

    Banyak aplikasi pembelajaran yang bisa dipilih untuk pembelajaran daring, misalnya bisa menggunakan WAG (WhatsApp Grup), Google (G-Classroom, G Meet, G Sheet, G Document. G Slide), Microsoft (M-Teams, M-Form, Sway) Blog, Zoom, Youtube yang bisa dikombinasikan satu sama lain untuk saling melengkapi. Tentunya masing-masing aplikasi ada kekurangan dan kelebihannya. Tugas guru menciptakan bagaimana mengombinasikan beberapa aplikasi dalam satu moda pembelajaran agar menarik dan menyenangkan, interaktif, efektif  sehingga tidak membosankan. Di sisi lain materi pembelajaran tersampaikan, dan tujuan pembelajaran atau kompetensinya tercapai.

          Berikut ini beberapa tips yang dapat dipakai sebagai referensi saat kita melaksanakan pembelajaran daring :

1.      Mengombinasikan beberapa aplikasi dalam satu moda pembelajaran. Misalnya,

Ø  aplikasi Zoom didalamnya ditautkan video pembelajaran dan materi dalam bentuk power point (PPt). Zoom dilakukan di awal saat membuka pelajaran atau mengabsen kehadiran siswa, jadi tidak terlalu memakan kuota, usahakan maksimal 15 menit. Siswa diminta untuk mencatat materi yang ditayangkan dalam buku catatan, sehingga saat ulangan atau evaluasi, siswa belajar dari buku catatannya. Video pembelajaran dan PPt dapat kita buat sendiri atau googling. Jangan lupa pada saat kita zoom meeting siswa sudah siap di depan layar, berpakaian seragam dan tepat waktu, sebagai bentuk kedisiplinan dan tanggung jawab. Jadi di sini sekaligus kita bisa menilai karakter siswa dan menyampaikan apa saja yang harus dilakukan siswa terkait dengan  materi yang akan ditayangkan.

Ø  WhatsApp yang didalamnya kita sisipkan video dan PPt bisa ditambah voice dari penjelasan kita. Sebagai bukti partisipasi siswa, kita buat daftar hadir dengan menggunakan Google Document. Evaluasi atau kuis dapat menggunakan Google Document.  Ini lebih simpel dan tidak banyak memakan kuota internet.

Ø  Google Classroom (GCR) yang didalamnya kita tautkan materi atau PPt, video pembelajaran dan kuis atau evaluasi. PPt dan video bisa kita unggah dari Google Drive kita atau browsing dari youtube. Pada GCR kita bisa memantau berapa persen dari siswa yang aktif melakukan tugas sehingga kita tidak perlu membuat daftar hadir karena sudah terekam otomatis.

Ø  Microsoft Teams yang didalamnya ditautkan materi atau PPt, video pembelajaran dan kuis atau evaluasi. PPt dan video bisa kita unggah dari One Drive kita atau browsing dari youtube. Microsoft Teams ini hampir sama dengan Google Classroom.

2.      Sebelum masuk ke materi pelajaran kita awali dengan kalimat pembuka yang bisa berisikan salam, menanyakan kabar, menanyakan materi sebelumnya atau materi yang belum dipahami, atau kalimat persuasif untuk mendorong semangat belajar siswa. Hal yang biasa kita lakukan saat tatap muka, kita lakukan saat pembelajaran daring, meski hanya lewat tulisan kecuali kalau kita pakai vidcon (video conference). Mengapa demikian ? Dengan memberi salam setidaknya ada komunikasi verbal antara siswa dan guru, sehingga siswa merasa mendapat perhatian,  pengarahan dan mereka merasa bahwa guru tidak melepas dan membiarkan mereka berjalan sendiri, harus memahami materi sendiri, tapi tetap dalam pendampingan guru. Demikian juga saat menutup pelajaran, kita ucapkan terima kasih atas perhatian dan keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran daring, dan berharap senang serta mudah dalam memahami materi yang disampaikan. Bila menemui kesulitan diperbolehkan untuk bertanya di forum sehingga siswa yang lain bisa mengikuti juga. Memang ini sedikit merepotkan dan kita harus meluangkan waktu, tapi ini efektif agar prosentase ketuntasan belajar siswa lebih besar.

3.      Beri apresiasi dan nilai pada tugas yang dikirim siswa. Hal ini menunjukan bahwa kita membaca dan mengoreksinya. Kita posting nilainya di grup kelas, sehingga siswa akan antusias dalam mengirim tugas dan tahu akan kesalahannya. Bagi siswa yang tidak mengirim tugas tentu tidak punya nilai tugas dan malu. Ini mendorong siswa untuk terus semangat mengikuti pelajaran kita.

4.      Komunikasi dengan wali kelas dan orang tua siswa saat menemui kendala dalam daring. Misalnya kenapa anak tidak mengumpulkan tugas atau absen dalam pelajaran kita. Ternyata setelah ditelusuri, ada berbagai penyebabnya, tidak punya Hp, Hp eror atau lemot, kuota habis, tidak ada sinyal, tidak bisa buka aplikasi, tidak bisa upload tugas dan sebagainya. Nah...di sini kita dituntut kearifan dan toleransi dalam memberikan solusi. Kita pilih cara yang lain, yang dapat dijangkau siswa agar tetap bisa mengikuti pelajaran dan punya nilai seperti siswa lainnya.

Demikian langkah-langkah pembelajaran daring yang bisa kita terapkan demi keberlangsungan dan ketercapaian materi pelajaran kita. Semoga bermanfaat dan tetap semangat .

Sabtu, 01 Agustus 2020

Kiat-Kiat Menulis Buku Best Seller

     
    Gema takbir terus berkumandang di setiap musholla dan masjid sejak kemarin.
Mengagungkan Sang Pemilik alam raya dan semesta ini. Tadi pagi berbondong-bondong kaum muslimin menjalankan sholat Idul Adha di masjid dan di tanah lapang. Meski tetap menjalankan protokol kesehatan, tidak mengurangi kusyu'nya menjalankan panggilan Illahi Robbi. Allahu Akbar..Allahu Akbar..Allahu Akbar. 

    Hari ini tanggal 10 Dzulhijah atau biasa disebut Idul Qurban, merupakan hari yang istimewa. Mengapa Hari Raya Haji jatuh bertepatan dengan hari Jumat, dan dua hari sebelumnya didahului dengan ibadah puasa sunah Tarwiyah dan Arofah. Hari Jumat adalah hari yang mulia, ditambah dengan Hari Raya Idul Adha. Masya Allah .. sungguh-sungguh mulia hari ini dan jika kita berdoa, memperbanyak dzikir maka Allah akan mengabulkan doa kita, membaca dan melipatgandakan pahalanya. Subhanallah ..

    Malam ini kuliah Menulis Bersama Omjay dimulai pukul 19.00 wib dengan narsum bapak Encon Rahman, seorang guru, penulis, motivator trainer hebat yang mendapat banyak penghargaan baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Beberapa tulisannya mendapat kejuaraan tingkat nasional. Dan juga dia sebagai guru berprestasi. Malam ini ia akan mengangkat tema "bagaimana membuat buku menjadi best seller". Berikut ini resumenya.

 Tujuan kita menulis buku dikelompokan 3 yaitu:
1. Pengembangan budaya literasi atau koleksi pribadi bentuknya antologi (keroyokan)
2. Kenaikan pangkat. Bentuknya buku solo, karya bersama, artikel, PTK, Praktik Terbaik, Diktat atau modul
3. Mencari uang atau finansial, bentuk buku: Cara ...How to..

    Menurut beliau, jika tujuan menulis buku hanya untuk pengembangan budaya literasi atau untuk koleksi pribadi, buku masih dalam level rendah. Karena penulis hanya menulis untuk konsumsi dirinya, belum dibaca orang lain dan belum dapat diterima orang banyak. Sementara buku yang terdiri tulisan solo, PTK, jurnal dan sejenisnya yang diterbitkan dan bisa dibaca banyak orang merupakan buku level kedua. Dan buku yang ditujukan untuk mendapatkan uang atau dijual merupakan buku yang berlevel tinggi. Karena dipublikasikan, ditawarkan ke penerbit, dicetak dan dapat dibaca, dinikmati banyak orang, dicari banyak orang. Selain jika buku ini laku keras di pasar atau menjadi best seller, terlebih bila best seller tidak hanya di dalam negeri tetapi juga luar negeri.

    Jenis buku pendidikan:
1. Karya bersama
2. PTK dan Best Practice
3. Tulisan Ilmiah Populer / Artikel
4. Tulisan Hasil Penelitian
5. Buku Teks Pelajaran
6. Buku Pengayaan
7. Buku Pedoman Guru
8. Modul / Diktat pelajaran
9. Buku bidang pendidikan
10. Karya Terjemahan

Karya Bersama adalah buku pendidikan yang ditulis maksimal 4 orang penulis. Nilai angka kredit penulis pertama = 40%, penulis pembantu 1, 2, 3 = 20%.
PTK dan Best Practise adalah hasil penelitian dalam bidang pendidikan yang dilakukan di sekolah.
Tulisan Ilmiah Populer / Artikel adalah tulisan ilmiah yang dimuat di media massa (koran atau majalah) yang membahas bidang pendidikan. Angka kredit nasional = 2, provinsi = 1,5
Buku teks pelajaran buku yang berisi pengetahuan untuk bidang ilmu atau pelajaran tertentu dan diperuntukan untuk peserta didik pada pelajaran jenjang pendidikan tertentu atau sebagai bahan pengajaran guru, baik sebagai buku utama maupun buku pelengkap. Angka kreditnya, buku lolos BSNP = 6, diterbitkan penerbit ber-ISBN = 3, diterbitkan penerbit tidak ber-ISBN = 1
Modul / Diklat. Modul ini merupakan materi pelajaran yang disusun dan disajikan agar dapat dibaca oleh para peserta. Diktat adalah catatan yang ditulis pada suatu pelajaran yang dipersiapkan guru untuk menyampaikan materi yang disampaikan oleh guru dalam proses belajar mengajar. Modul nilai kreditnya digunakan untuk tingkat provinsi = 1,5 tingkat kota atau kabupaten = 1 tingkat sekolah = 0,5.
Buku dalam bidang pendidikan adalah buku yang berisi pengetahuan terkait dengan bidang pendidikan. Buku ini harus bermanfaat bagi guru dan siswa. Angka kreditnya, jika dirilis penerbit ber-ISBN = 3 penerbit yang tidak ber-ISBN = 1,5
Contoh: buku satuan pendidikan, pengalaman mengajar, autobigrafi.
Karya terjemahan adalah tulisan yang dihasilkan dari penerjemahan buku pelajaran atau buku di bidang pendidikan yang berbahasa asing atau bahasa Indonesia atau sebaliknya dari bahasa Indonesia ke bahasa asing atau bahasa daerah yang membantu proses pembelajaran. Angka kreditnya = 1
Buku Pedoman Guru adalah buku tulisan guru yang berisi rencana kerja guru yang terdiri dari: 1) rencana kerja pengembangan untuk peserta didik 2) rencana pengembangan profesi untuk guru pembelajar. Angka kreditnya = 1,5
    Buku Best Seller adalah buku pendidikan yang semula untuk kenaikan pangkat tetapi kemudian dirilis oleh penerbit dan dijual.Buku ini laris manis dalam jangka waktu pendek sejak diterbitkan. Kriteria penjual terbaik mencapai penjualan 30 - 50 ribu buku per tahun atau rata-rata 3000 eksemplar per bulan di seluruh toko buku.
    Cara menulis buku best seller:
1. menulis 2 jam x 10 hari lebih baik dari menulis 10 jam x 2 hari. Berharap, menulislah setiap hari tapi rutin.
2. Memiliki dan membeli buku tematik agar mudah menambah wawasan saat menulis buku semacam itu. Kita siapkan beberapa buku penunjang agar tulisan kita semakin bagus dan berkualitas. Disarankan memiliki kliping 
3. menulis buku lebih nyaman di malam karena waktu itu kita lebih dari pukul 03.00 - 06.00
4. menulis buku harus seijin suami / istri, agar buku kita menjadi amal jariyah.
5. sebelum menulis meminta kita berwudlu agar tulisan kita memiliki ruh dan umur buku itu panjang. Ini sering dilakukan oleh ulama dalam menulis buku
6. menulis resume karya orang lain dengan tema yang sesuai dengan buku yang kita tulis yang tidak kelar-kelar, atau mendapat kebuntuan di tengah jalan, meresume karya orang lain, dengan harapan kita mendapat tambahan apa-apa saja untuk buku kita.

    Pengertian resume adalah ringkasan  dari materi panjang dengan mengambil bagian pokok-pokoknya saja, dalam menulis resume tidak boleh ditambah pendapat pribadi. Iktisar adalah menulis dengan cara menerjemahkan pokoknya berdasarkan pemahaman sendiri atau bahasa  sendiri. 
    
    Langkah-langkah menulis resume:
1. membaca buku
2. Menemukan pemikiran awal
3. Kembali ke atas
4. menulis resume dengan ringkas dan padat. 
5. mempublikasikan resume di blog atau facebook kita.

    Ia juga membagi beberapa panduan yang dapat diunduh yaitu:
1. Garis Besar Autobiografi
2. Garis Besar Buku Panduan Menulis Artikel
3. Panduan Menulis Buku (untuk grup menulis Omjay)
4. Kiat Menulis Buku Best Seller (untuk grup menulis Omjay)

Di akhir materi dia berpesan, jangan takut takut untuk menulis, jangan takut salah, tapi takutlah untuk tidak memperbaiki kesalahan kita. Yang paling utama tujuan kita menulis untuk mendapat ridho Allah SWT. Karena dengan mendapat ridho Allah buku kita mendapat ruh yang nyata. Tujuan menulis  tidak hanya tujuan duniawiyah semata (untuk naik pangkat atau finansial).

Luar biasa ... terimakasih Kang Encon motivasi dan inspirasinya. Semoga ilmu yang diberikan Kang Encon bisa diterapkan dan dibalas Allah SWT dan menjadi berkah untuk kita semua. Amin

    

Aplikasi Writer Plus, Plus Mudah dan Cepat

    Awal tahun pelajaran baru tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Meski pembelajaran dilakukan dengan daring, namun para guru tetap dituntut untuk bisa memberi pelayanan maksimal dalam penyampaian materi kepada siswa. Terlebih bila ada keluhan dan permasalahan dalam KBM daring ini, guru harus bisa memberi solusi supaya pembelajaran tetap berlangsung tanpa memberatkan kemampuan orang tua dan siswa.
  Salah satu cara agar pelaksanaan pembelajaran daring sukses adalah menggunakan vidcon (video conference) melalui aplikasi Zoom, Google Meet, Webex dan sejenisnya. Tentunya penggunaan ini memang memerlukan kuota internet yang cukup besar dan ini berkaitan dengan kemampuan finansial orang tua. Bila ingin biaya yang lebih murah bisa menggunakan Whatsapp dengan media rekam yang bisa diterjemahkan dalam tulisan.
   Kuliah malam ini menghadirkan narasumber handal yang akan mengupas bagaimana merubah suara menjadi tulisan, dan ini tentu sangat membantu di dalam memberikan materi tanpa harus mencatat. Pematerinya adalah Ibu Sri Melni seorang guru TIK SMPN 1 Gunung Talang, Kabupaten Solok Sumbar. Selain aktif menjadi guru juga aktif di organisasi Bundo Kanduang dan Tim 11 RPJM Nagari. Materi yang dibawakannya tentang menulis menggunakan aplikasi writer plus dan dibantu oleh moderator Ibu Kanjeng. Simak resumenya ya.
    Untuk menulis cepat atau mengubah suara menjadi tulisan, kita bisa menggunakan Write Plus. Aplikasi ini dapt kita download melalui Playstore. Setelah instal aplikasinya, kita buka maka akan muncul tulisan " Welcome to writer plus"  lalu kita klik tanda "+" (warna hijau) untuk membuka mikrofon pada keyboard dan mulai mencoba mengatakan sesuatu yang nantinya akan tertulis di layar handphone kita. Tekan tanda mikrofon, katakan sesuatu dan langsung menulis tanpa mengetik. 
      Aplikasi ini sangat mudah dan sangat membantu manakala kita mau menulis di perjalanan atau saat tidak ada laptop. Artinya, menulis sambil tersenyum dan semudah berbicara. Dengan demikian kapanpun ide datang, kita tak usah menundanya, langsung kita tuangkan dalam suara, maka akan tertulis dengan sendirinya di handphone kita.
      Bagaimana caranya untuk menjadikannya ke dalam mik word? Caranya, klik garis tiga sudut kanan atas lalu share. Sebelum share jangan lupa terlebih dahulu rubah ke dalam format text. Bila sudah dalam bentuk format text  bisa lansung copykan dalam bentuk mik word di laptop untuk mengedit tulisan.
   Untuk mencari gambar mikrofon pada handphone letaknya berbeda-beda, biasanya pada kanan bawah, pada spasi atau di dalam emoji. Setelah selesai berbicara lewat mikrofon, otomatis akan tersimpan data atau text. Bagaimana cara menyimpannya? Setelah share, buka WA web baru kita dowload dan simpan.
     Alhamdulillah..materi malam ini dengan menggunakan aplikasi writer plus sangat sangat membantu dan memudahkan kita dalam menulis. tidak perlu menyentuh keyboard, langsung berbicara dan semua sudah tertulis, tinggal kita mengeditnya. Terima kasih Bu Sri Melni, semoga ilmu baru ini segera dapat saya gunakan dan saya bagikan ke teman-teman. 

Mampukah Aku Menghadapinya

 Mampukah Aku Menghadapinya Siang itu aku begitu malas untuk mengajar. Hari-hari rasanya begitu aneh. Begitu meresahkan. Menyebalkan. Membua...