Kamis, 04 Februari 2021

Berbagi Ilmu Melalui Buku

 

"Menulislah setiap hari dan buktikan keajaibannya" 
inilah yang dilakukan Omjay dan virus ini menular pada semua anggota grup WA Belajar Menulis dan Belajar Bicara PGRI. 

Malam ini zoom meeting hari ke-9 Public Speaking for Teacher sudah saya ikuti. Narsumnya seorang guru berprestasi tingkat nasional dengan berbagai prestasi gemilang yang telah diraihnya. Beliau adalah Amiroh, M.Pd seorang guru SMKN 3 di Jombang. Selain sebagai pendidik beliau juga seorang blogger, trainer dan penulis beberapa buku tentang elearning dan buku ajar tentang web/informatika.

Berbagai prestasi dan penghargaan tingkat nasional mengantarkannya jalan-jalan keluar negeri gratis. Tentu saja perjalanan ini selain menimba ilmu di negei orang, ditulisnya sebagai pengalaman yang bisa dituangkan dalam bentuk tulisan. Kiatnya dalam menulis adalah menulis apa saja yang kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari sebagai sorang guru, membimbing siswa, berkolaborasi atau membimbing teman sejawat, bisa didokumentasikan. Dengan menulis karya kita bisa dilihat dan dipelajari oleh orang lain, jadi kita berbagi lewat tulisan. Dan ini merupakan ibadah. 

Kiat-kiat yang dibagikan saat mengikuti lomba guru berprestasi adalah mempersiapkan diri dengan baik, fokus dalam mengerjakan meski seluruh energi pikiran dan juga finansial terforsir ke sana dan tawakal Lillahi ta'ala kita pasrahkan pada Yang Maha Kuasa. Tentang bagaimana agar kita selalu mood dalam menulis, tentu saja ketrampilan menulis harus kita istikomahkan artinya setiap hari harus kita luangkan waktu untuk menulis. Bila sudah menjadi kebiasaan maka bila sehari kita tidak menulis, tentu akan merasa ada sesuatu kewajiban yang belum kita lakukan. Menulis tentang apa? Tentang apa saja yang ada di sekitar kita. 

Nah...guru pembelajar yang terus semangat belajar, mari kita ikat ilmu dengan mendokumentasikannya dengan menerbitkan buku. Selamat berliterasi, semoga ilmu kita tetap ada dan dikenang meski kita sudah tiada.

Rabu, 03 Februari 2021

Kebisaaan Baik Menuai Karakter Baik

 


"Taburkan pemikiran, maka Anda akan menuai perbuatan,

Taburkan perbuatan, maka Anda akan menuai kebiasaan,

Taburkan kebiasaan, maka Anda akan menuai karakter,

Taburkan karakter, maka Anda akan menuai takdir."


    Kata-kata bijak ini disampaikan oleh kepala sekolah saat briefing tadi pagi. Suatu kebiasaan di sekolah kami, sebelum memulai pelajaran kepala sekolah memimpin berdoa bersama dan menyampaikan informasi. Informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan KBM hari itu, rencana kegiatan sekolah selama satu minggu atau informasi umum lainnya. Semua guru wajib mengikuti sambil kepala sekolah mengabsen kehadiran dan menyapa kami dengan gaya bahasa yang khas berwibawa. 

    Meski kata-kata bijak itu menyadur dari sebuah buku, namun kata-kata yang disampaikan itu menginspirasi kita untuk melakukannya, menata kehidupan yang lebih baik dengan kebiasaan-kebiasaan baik agar kita menuai kebaikan pula di kemudian hari dan inilah takdir kita. Bisa jadi takdir kita ditentukan dari kebiasaan kita hari ini. Memang apa yang kita tanam sekarang tentu akan kita tuai di kemudian hari.

    Menurut Stephen R. Covey dalam bukunya 7 Habbits of Highly Effective People memaparkan kepada pembacanya ada 7 kebiasaan manusia yang bisa dipraktekkan agar hidup bisa lebih produktif dan efektif, yang secara garis besar terbagi menjadi 3 golongan, yakni kebiasaan yang berhubungan dengan diri sendiri, kebiasaan yang berhubungan dengan orang lain, serta kebiasaan untuk mengembangkan keahlian diri.

    Kita sebagai guru pembelajar harus bisa memberikan contoh pembiasaan-pembiasaan yang baik pada anak didik kita. Dalam Bahasa Jawa guru adalah "digugu lan ditiru" artinya dianut atau menjadi teladan dan ditiru atau dicontoh. Maksudnya segala gerak-gerik perilaku dan perbuatan kita akan menjadi panutan dan contoh bagi orang lain, masyarakat terlebih anak didik kita, sehingga kita berkewajiban memberi pendidikan moral atau karakter yang baik bagi anak didik kita, tidak hanya sekedar mengajar kognitifnya saja.      Sebenarnya segala kebaikan yang kita lakukan akan berpulang atau kembali pada diri kita lagi. Jadi, kalau kita melakukan pembiasaan yang baik hal ini akan menuai karakter yang baik dan karakter yang baik akan menentukan atau menggiring kita pada takdir kehidupan yang baik pula. 

        7 Kebiasaan yang bisa kita lakukan menurut Stephen Covey agar hidup lebih produktif dan efektif yaitu :

1. Proaktif

2. Menetapkan target dan tujuan 

3. Mendahulukan yang menjadi prioritas

4. Pola pikir untuk kepentingan bersama bukan untuk pribadi (berbagi)

5. Berusaha mengerti bukan untuk dimengerti 

6. Bersinergi

7. Recharge (melakukan hal-hal yang menyenangkan/hobi untuk mengembalikan semangat dan energi).

    Nah, teman-teman guru pembelajar yang hebat, mari kita terapkan kebiasaan-kebiasaan positif di atas agar menjadi karakter dan membentuk mindsite kita. Sehingga energi postif yang kita miliki  bisa mengimbas ke orang lain di sekitar kita, tanpa kita sadari. Dengan demikian kita sudah bisa dikatakan guru yang digugu dan ditiru. 

Selasa, 02 Februari 2021

Tetap Berkarakter Meski PJJ

 

Dampak dari pandemi covid-19 ini sungguh sangat luar biasa. Semua sektor mulai dari perekonomian, kesehatan, sosial budaya, bahkan dunia pendidikan sangat terasa. Hampir setahun lamanya pendidikan dilaksanakan dengan moda daring. Tentu banyak plus minusnya dalam pelaksanaannya. Terlebih bagi daerah yang belum memiliki fasilitas jaringan internet dan jaringan listrik yang memadai. Namun bagaimana lagi  pembelajaran harus tetap dilaksanakan meski minim sarana prasarana, karena demi memutus penyebaran virus korona. 
   Di sisi lain, dampak dari PJJ adalah banyak dirasakan oleh orang tua bahwa secara psikologi terjadi penurunan nilai-nilai karakter pada anak. Mereka para orang tua mengeluhkan tingkat kedisiplinan anak, tanggung jawab, rasa empati, dan kerja sama mulai berkurang. Aktivitas keseharian mereka kebanyakan hanya diisi dengan pembelajaran daring kurang lebih 3-4 jam sehari, tugas-tugas yang dikerjakan bisa dengan tenggat waktu yang longgar, bahkan terkadang anak mengerjakan asal saja. 
    Bagi anak yang memang punya pembawaan sifat yang malas, tidak disiplin hal seperti ini membuatnya mengasyikan dan enjoy saja saat pembelajaran dengan moda daring ini. Mereka hanya absen, mengerjakan tugas bisa buka google, browsing internet, malas membaca buku panduan, malas membaca petunjuk guru, atau bisa tanya teman lain. Akibatnya tugas terlambat dikerjakan, atau sekedar mengerjakan asal-asalan saja, yang penting hari itu absensi kehadiran terisi, soal nilai urusan belakangan. Wow..! 
    Namun bagi mereka yang pembawaannya rajin, pintar dan kreatif, hal ini tentu amat sangat membosankan. Tidak bisa bersosialisasi dengan teman, tidak bisa saling bercanda ria, tidak bisa melihat dan menyapa ibu guru, tidak bisa mengembangkan kreativitas dan hobinya, karena tidak ada ektrakurikuler. Tidak ada asah dan ajang ketrampilan, tidak ada dorongan semangat dan kompetisi yang positif. Semua stagnan. Bila hal ini berlanjut, apa jadinya generasi mendatang? 
    Kita sebagai pendidik tentu tidak ingin generasi penerus bangsa mengalami kemuduran karakter. Menyongsong era "Indonesia Emas" kita harus mempersiapkan anak-anak kita yang tangguh, berjiwa mandiri, kreatif, inovatif mampu menghadapi tantangan abad 21 namun tetap berkarakter Pancasila, bergotong royong, bekerja keras, nasionalis, jujur dan religius. Apa yang bisa kita lakukan? Tentu tetap menyisipkan nilai-nilai karakter dalam pembelajaran kita, meski PJJ. Caranya? 
    Berikut ini upaya yang sudah saya lakukan diantaranya :
1. Dalam memulai pembelajaran selalu saya awali dengan pembukaan, yang isinya salam, sapa, ucapan syukur atas kesehatan dan rahmat Tuhan YME sebagai bentuk karakter religius. Anak-anak diminta untuk berdoa sebelum mulai belajar. Hal ini bisa tertulis di materi yang kita share/upload, bisa juga secara lisan saat vidcon (Zoom, GMeet)
2. Membiasakan literasi buku panduan, materi atau PPT yang dishare guru. Beri pertanyaan yang jawabannya ada dalam buku panduan, materi atau PPT. Bisa juga meminta anak untuk merangkumnya dalam buku catatan. Jadi mau tidak mau anak harus membaca dulu materi yang disampaikan. 
3. Membiasakan anak untuk mandi, sarapan, dan memakai seragam saat vidcon, sehingga rapi, bersih dan tepat waktu. Hal ini sebagai penanaman nilai karakter disiplin. Bila anak mau bertanya atau menyampaikan pendapat lewat chat ataupun langsung, mulai dengan memperkenalkan diri (nama dan kelas). Tulis dengan kalimat atau penyampaian langsung dengan kata-kata yang santun, karena berbicara dengan orang yang lebih tua atau yang dihormati.
4. Di akhir pembelajaran review kembali bahwa anak-anak harus mengerjakan tugas dan mengirimkannya tepat waktu, mengisi kehadiran, mempersiapkan diri untuk materi atau evaluasi yang akan datang, tetap semangat dan optimis. Tanamkan pada anak bahwa tidak ada kesuksesan tanpa kerja keras, tidak ada keberhasilan tanpa usaha nyata.
5. Pada KD yang bermuatan ketrampilan, usahakan anak bisa melakukan mandiri dengan instruksi yang bisa diberikan lewat video atau youtube. Hasil karya anak-anak dibuat dalam bentuk video atau foto sebagai nilai ketrampilan. Lebih bagus lagi video contoh yang kita tampilkan adalah hasil karya kita. Jadi anak akan melihat karya nyata gurunya dan menanamkan nilai menghargai hasil karya orang lain.
    Nah.., demikian rekan-rekan guru pembelajar hebat, beberapa aksi yang sudah saya lakukan. Tentu masih ada cara lain. Silakan rekan-rekan berkreasi ya.  Yuuk..tetap tanamkan karakter meski PJJ.

Senin, 01 Februari 2021

PJJ Tetap Berkreasi dan Berinovasi

Hari senin ini sungguh sangat cerah. Sinar matahari pagi begitu hangat terasa. Mungkin karena dua hari kemarin hujan terus menerus mengguyur kota ini. Dari celah-celah jendela di ruangan kerjaku, aku bisa melongok keluar menikmati pemandangan taman dan halaman sekolah. Alhamdulillah ...rasa segar dan bersemangat mengawali aktivitas rutin hari, mempersiapkan pembelajaran daring mata pelajaran IPA yang kuampu.

    Taman dan halaman sekolah yang terlihat lengang dan sepi tanpa terdengar gelak canda dan teriak kecil bocah-bocah usia belasan siswa-siswi. Hampir setahun sekolah ini tak diinjak dan diramaikan dengan langkah jejak kaki para siswa, tak terdengar celotehan suara ataupun keramaian anak-anak usia remaja. Ya, sejak tamu covid-19 itu mulai menyerang negeri ini, dan begitu cepatnya menyebar dan menguasai seluruh kehidupan manusia, sekolah ini seperti tak berpenghuni. 

    Meski demikian, kehidupan di sekolah ini tetap berjalan. Pembelajaran yang berlangsung secara online tak mengurangi kreativitas dan inovasi baik guru maupun siswanya. Guru dituntut bisa memberikan pembelajaran yang bermakna dengan tetap berkreasi dan menyenangkan, dengan memberikan pengalaman dan ketrampilan untuk bekal di kehidupan mendatang. Terlebih lagi bisa memberikan pendidikan kewirausahaan dan praktek langsung. 

    Salah satu KD dalam Mapel IPA kelas IX yaitu materi Bioteknologi memberi peluang kepada siswa untuk berkreasi membuat karya dengan memanfaatkan bioteknologi konvensional, diantaranya membuat tempe, tape, yogurt dan keju dengan bahan dan alat sederhana. Pada KD ini salah satu tujuan pembelajarannya adalah penerapan bioteknologi sederhana untuk membuat produk makanan dan atau minuman yang bisa dikembangkan menjadi wira usaha.

    Nah, anak-anak diberi tugas mempraktekan membuat salah satu produk dari bioteknologi sederhana cara fermentasi, dibuat video, diupload ke Google Classroom sebagai tugas mandiri di rumah. Tugas ini akan dinilai beserta laporan praktikumnya. Anak-anak bebas memilih salah satu jenis fermentasi yang digunakan untuk praktek, yaitu membuat tempe, tape, yogurt atau keju. Mereka boleh browsing cara pembuatannya lewat internet, interview pada pengrajinnya dan hasilnya ditunjukkan ke sekolah.

    Salah satu siswi yaitu Khirani Khoirunisa siswi kelas IX B membuat keju dari bahan sederhana, dan hasilnya enak dan kita bisa mencobanya sendiri. Berikut ini video hasil dari tugas yang dikerjakannya di rumah.


    Semoga salah satu dari KD yang telah dipelajari menginspirasi anak-anak didik kita untuk berkreasi, berkarya dan bisa dijadikan sebagai salah satu bentuk pendidikan kewirausahaan. Mari teman-teman guru pembelajar yang hebat, kita berikan pancingnya bukan ikannya. Biarlah anak-anak kita menemukan sendiri ikan yang disukainya. Semoga.


Jumat, 29 Januari 2021

Trik dan Tips Sukses sebagai Public Speaker

   
Beberapa trik dan tips agar sukses membawakan suatu acara, dikupas tuntas dalam penyampaian materi Belajar Berbicara PGRI malam ini oleh Edhi Sirupang dan co-host Agus Sampurno.  Bagi masing-masing public speaker tentu memiliki pengalaman tersendiri,  yang mungkin berbeda dengan pengalaman public speaker yang lain. Bagi seorang guru ketika harus berbicara di depan umum atau di forum atau ruangan yang bukan ruang kelas, terkadang tidak maksimal atau kurang berani tampil, meski kesehariannya sudah terbiasa berbicara dengan anak didiknya di depan kelas. Sebenarnya, seorang guru tidak hanya motivator saja, tapi juga entertain. Trik dan tips yang dibagikan agar bisa membawa dan menarik perhatian audience, penampilan yang mengesankan dan persiapan apa saja yang dilakukan antara satu public speaker dengan public speaker lainnya, tentu berangkat dari jam terbang dan pengalaman yang mereka miliki.
    Malam ini beberapa tips yang dipaparkan antara lain : persiapan yang baik, menguasai materi, relaksasi tubuh dan relaksasi suara, memberi kesan pertama positif, melakukan NLP (neurologi potensi) sedehana, posisikan kehadiran kita sama seperti audience, serta suara jelas dan bertenaga. Bagaimana agar suara kita jelas dan bertenaga? Kita bisa melakukan latihan vokal, latihan pernafasan dan latihan berbicara. Artikulasi harus jelas (lafal a, i, u, e, o nya) dengan latihan membaca skrip/materi dengan bersuara. Ini bertujuan untuk menghindari slip tongue (kesleo lidah atau ribet) dalam pengucapan. Dalam mengelola suara, selain artikulasi jelas, juga harus diperhatikan intonasi, aksentuasi/penekanan, pemenggalan kalimat, kecepatan berbicara dan volume suara.
   Berikut ini pernak-pernik  permasalahan yang sering kita hadapi dalam dunia public speaking. Dikemas dalam tanya jawab dan cerita pengalaman serta dijelaskan oleh narsum.
  • Bagaimana saat membawakan acara, tiba-tiba kita membuat kesalahan? Cara yang bisa dilakukan adalah berhenti sejenak, tenangkan diri, minta maaf lalu fokus kembali. Jangan terus berbicara saat kita sadar bahwa kita melakukan kesalahan. Karena kalau kita biarkan dan terus berbicara, bisa jadi menimbulkan salah persepsi dan kita bisa mengulang kesalahan yang sama.
  • Bagaimana menciptakan "smiling voice" saat presentasi? Kita hadirkan hati yang gembira, senyum yang kita pancarkan pada aura wajah kita. Dengan demikian kita dapat mengeluarkan smiling voice atau kata-kata yang sejuk. Bila kita punya masalah di rumah atau masalah yang lain, jangan dihadirkan atau ditampakan di hati. Kita tetap harus memberikan penampilan yang prima tanpa masalah.
  • Nah..bagaimana kalau kita ditunjuk sebagai pembawa acara tapi berpasangan dengan orang lain? Tentu beda ya dengan saat kita solo sebagai MC. Tujuan utama dari seorang MC atau public speaker adalah mampu menggiring acara dari awal sampai selesai dengan baik dan apa yang dikehendaki panitia terpenuhi. Untuk itu, bila ada dua orang public speaker atau dua MC maka sebelum acara dimulai, kita harus koordinasi dengan lawan kita, bicarakan hingga mendapat persepsi yang sama, pahami keyword (kata kunci) dari acara tersebut untuk menciptakan narasi, sehingga dua orang MC ini bisa saling bersinambungan (membangun chemistry).
  • Sebagai seorang public speaking bagaimana menjaga mood  supaya tetap ada? Kita merupakan sumber energi pada acara yang kita bawakan, karena suara kita yang selalu didengar. Tanamkan dalam diri bahwa harus berbagi ilmu dan akan akan tersampaikan ketika mood kita bagus. Kita harus berpikir positif, artinya di dalam diri kita harus ada energi positif yang dapat mempengaruhi atau memberikan energi positif pula ke audiens kita dengan tidak terganggu hal-hal  lain, masalah pribadi misalnya. 
  • Bagaimana bila audince sudah mulai jenuh atau bosan? Kita selingi acara dengan hal-hal lain yang tidak membosankan, misal dengan ice breaking (untuk mencharge ulang energi), libatkan audience dengan diskusi, kobarkan yel-yel yang sudah disepakati di awal, bermain kuis, dan melakukan peregangan.
  • Trik apa yang bisa dilakukan, bila kita diminta untuk memberikan sambutan atau mewakili orang lain memberikan sambutan? Dalam memberikan sambutan, sebelumnya kita harus mempersiapkannya (tahu  konsep acara tersebut, siapa saja tamu undangan, ucapan terima kasih ditujukan untuk siapa dan seterusnya)
Luar biasa materi malam ini. Banyak hal-hal yang perlu diketahui dan dipersiapkan oleh seorang public speaking agar sukses   dalam membawakan suatu acara. Teman-teman guru pembelajar yang hebat, jangan ragu dan jangan takut saat kita ditunjuk oleh kepala sekolah untuk memberi sambutan, mewakili kepala sekolah, atau sebagai MC/moderator dalam suatu kegiatan. Kunci utamanya adalah PD dan persiapan yang baik. Tentu kita akan bisa melaksanakan tanggung jawab ini. Ayo semangat!

Rabu, 27 Januari 2021

Menjadi Public Speaker Handal

     

Seorang public speaking harus memiliki ketrampilan agar menguasai panggung, menarik bagi audiens dan apa yang disampaikan  tercapai. Malam ini materi Belajar Berbicara PGRI disampaikan oleh Educator, Trainer and Motivator on Education Bapak Dedi Dwitagama yang tarifnya minimal 15 juta. Wow...tentu public speaker kelas wahid ya!  Topik yang disampaikan malam ini mempunyai target menginspirasi  peserta harus menjadi guru yang interaktif dan inovatif.

    Menjadi guru yang interaktif dan inovatif bagaimana? Diantaranya yaitu : ikhlas mendidik, cara mengajar yang asyik dan menyenangkan, mengamalkan ATM (amati, tiru, modifikasi) dari cara mengajar orang lain, melek IT.  jadi diri sendiri, mendokumentasi, sebarkan semua ilmu /berbagi.

  Lalu bagaimana sorang guru yang tentunya juga seorang public speaking? Seorang public speaker harus mempersiapkan diri sebelum tampil di depan audiens, datang lebih awal untuk mempelajari sikon dan arena,  menguasai materi dan buat presentasi atau PPT yang menarik, mengawali dengan senyum, percaya diri, rileks dan menyapa audiens serta buat penampilan kita semenarik mungkin agar audiens tidak boring. Bila kita sukses dalam membawakan suatu acara, tentu kita akan diundang lagi oleh panitia.

    Bagaimana jika acara yang kita bawakan sudah mulai jenuh, kita bisa menarik perhatian audeiens, misal kita bisa berjalan ke tengah, ke belakang, atau maju menghampiri salah satu audiens dan bertanya tentang materi kita. Tentu pertanyaan yang ringan-ringan saja. Atau, kita sebut salah nama audiens, atau kita colek yang agak mengantuk misalnya. Nah, teknik dan trik ini bisa kita  pelajari, amati dan modifikasi (ATM) gaya dan penampilan dari public speaker yang sukses. 

    Teman-teman guru pembelajar yang hebat, kita juga seorang public speaking di mata anak-anak didik kita. Kita buat pembelajaran di kelas menyenangkan, menarik dan penampilan kita tentunya juga dinilai oleh anak-anak kita. Bisakah kita mengusai kelas, menyampaikan materi dengan pemaparan slide yang menarik, membuat siswa tidak mengantuk dan saling berinteraksi ? Yuuk..kita coba praktekan. Dengan kemampuan kita berbicara, akan mengembangkan rasa percaya diri, meningkatkan keinginan belajar, mempengaruhi orang lain, meningkatkan profesionalitas dan tentu saja menambah banyak teman.

Minggu, 24 Januari 2021

Yuuk..Menjadi Youtuber Edukasi

Yuuk..Menjadi Youtuber Edukasi 

Dalam melakukan pembelajararan kita dituntut untuk bisa menciptakan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan agar apa yang kita sampaikan  bisa dipahami siswa. Berikut ini rahasia teknik mengajar yang seru yaitu :

1. Entertaining first, educated later, dengan rumus 'ternyata' . Jadi kita buat siswa menarik dalam setiap pembelajaran kita.Sehingga apa yang ada di mindset anak-anak bahwa..oh, ternyata belajar IPA itu asyik ya, belajar matematika itu mudah, belajar...belajar...Dengan demikian akan menguntungkan kita karena sejak awal ada ketertarikan dari anak-anak pada pelajaran kita, kemudian baru kita mulai dengan masuk ke pembelajaran atau materi yang sebenarnya.

2. Pakai visualisasi dan animasi (gambar dan gerakan) misal menggunakan power point. Banyak aplikasi power point yang bisa kita download dari PlayStore di handphone misalmya pakai Polaris. Membuat power point dengan HP lebih mudah dan hasilnya juga lebih bagus dibandingkan memakai lapotop. Jadi saat menerangkan materi disertai dengan animasi dan gerakan tentu akan semakin mudah dipahami oleh siswa. Bisa juga kita memanfaatkan youtube untuk pembelajaran, atau kita membuat video pembelajaran lalu kita upload di youtube. Syukur kita bisa menjadi youtuber edukasi. Tentu saja youtuber bagi pendidik adalah yang berisi konten pendidikan.

3. Durasi singkat, 3 menit yang terbaik, 7 menit yang terpanjang. Buat video yang singkat memudahkan anak untuk mengulang bagian mana yang belum jelas. Video panjang tidak akan efektif. Bila durasi panjang akan membosankan siswa. Bila materi kita panjang maka bisa dibuat bersambung atau beberapa part, durasi tetap 3 -5 menit.

4. Gunakan contoh nyata dan  menarik, karena contoh akan memudahkan siswa dalam memahami. Misal jarimatika, maka memakai jari, soal hitungan maka ada cara penyelesaian. 

5. Lakukan interaksi, beri pertanyaan, minta komen. Misalnya interaksi latihan soal matematika, maka langkah-langkah  mengerjakan soal kita jelaskan lewat video dan kita minta siswa untuk mengerjakan dan komen lewat kolom komen (bila live streaming) atau lewat WA. Nah, ini akan menarik bagi siswa karena ada interaksi.

    Bagaimana agar video di youtube dikunjungi orang dan memiliki folowers yang banyak? Sebagai seorang guru dan youtuber, kita bisa memanfaatkan youtube untuk kegiatan pembelajaran. Kita unggah materi di youtube, lalu kita minta siswa membuka video, mengamati dan subscribe. Dengan demikian secara otomatis follower kita bertambah. Cara lain selain faktor keberuntungan,  untuk menambah follower tentu saja konten yang kita unggah adalah konten yang bagus, menarik sehingga mengundang orang untuk mengikuti channel kita. Tidak ada sesuatu yang instans, semua ada tahap dan prosesnya. Tidak ada youtuber pemula langsung melonjak followesnya. yang terpenting kita berkarya, memberikan yang terbaik untuk dunia pendidikan. Bagaimana kita akan mendapat tambahan income dari video yang kita unggah di youtube, adalah bonus buat kita.

    Memang konten yang berisi pendidikan sedikit followersnya dibanding konten yang berupa gosip atau hiburan, karena memang di masyarakat keadaannya demikian. Namun, di balik itu konten pendidikan akan banyak yang subscribe dibanding konten yang lain, karena followers akan menunggu dan mencari channel kita setelah tahu isi atau manfaatnya. Sedangkan konten yang lain hanya like tapi sedikit subscribenya. 

    Bagaimana mengedit video yang gampang dan mudah dimengerti? Banyak aplikasi yang bisa kita gunaka untuk membuat video, dan gratis tidak berbayar. Misal, saat merekam kita bisa memakai mobizen, dan saat mengedit menggunakan inshot. membuat video dengan HP lebih mudah daripada memakai laptop, dan waktunya juga tidak lama. Disarankan sebagai guru, dalam membuat video yang diupload di youtube, kita berpedoman pada help dan hup. Apa artinya? Help adalah membantu, dengan kata lain, tujuan kita membuat video adalah untuk membatu siswa dalam dalam memahami materi yang kita sampaikan. Hup artinya berkelanjutan, bersambung, agar materi tersampaikan. Misalnya membahas tentang "Pencemaran Lingkungan" materi kelas VII, tentu tidak dalam satu video, tapi bisa bersambung, Pencemaran Lingkungan 1, Pencemaran Lingkungan 2,  dan seterusnya.

    Bagaimana cara mengupload video di youtube. Kita bisa mulai dengan membuka aplikasi youtube, lalu kita klik tanda (+) tambahkan video, ambil video dari dokumen kita, lalu kita upload di youtube. Ada 3 pilihan dari youtube, dan kita bisa memilihnya, yaitu a) public : semua orang bisa melihat video kita, b) private : hanya kita yang bisa melihat, orang lain tidak, c) unlist : yang bisa melihat kita dan orang yang beri linknya. 

    Teman-teman guru pembelajar yang hebat, sudahkah kita melakukan pembelajaran yang menarik ke anak didik kita dengan menyertakan visualisasi dan animasi? Dengan membuat video sendiri, yang tentu kontennya lebih pas, kita atur sesuai dengan  tingkat pemahaman anak didik kita? Tidak usah panjang durasinya tapi berisi dan bisa dibuat seri. Syukur-syukur videonya kita upload di youtube, banyak followersnya dan menjadi dolar untuk kita. Semoga ya ! Selamat berkarya !



Mampukah Aku Menghadapinya

 Mampukah Aku Menghadapinya Siang itu aku begitu malas untuk mengajar. Hari-hari rasanya begitu aneh. Begitu meresahkan. Menyebalkan. Membua...